Zakat Maal | Mizan Amanah

Mutakhirkan

Zakat Maal

Zakat Maal
Published by adminweb on Kam, 09/19/2019 - 16:10

Zakat maal merupakan zakat yang dikenakan atas harta seseorang. Sedangkan yang dimaksud dengan harta adalah segala sesuatu yang dimiliki atau dikuasai dan dapat digunakan atau dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Mengapa kita perlu mengeluarkan zakat maal? Dan apakah seluruh harta yang kita miliki wajib dikeluarkan zakatnya? Mari kita pelajari bersama-sama!

Pada dasarnya, didalam harta yang Allah SWT titipkan kepada kita, terdapat hak orang lain didalamnya. Allah SWT berfirman,

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bahagian” (QS. Adz-Dzariyat: 19).

Dalam surat lain, Allah SWT berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, keluarkanlah/nafkahkanlah (dijalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267).

Itulah alasan mengapa kita perlu mengeluarkan zakat maal atau zakat harta. Dan Allah SWT menjamin bahwa harta yang dikeluarkan untuk zakat tidak akan berkurang, tetapi justru akan bertambah keberkahannya. MasyaAllah.

Adapun syarat-syarat untuk mengeluarkan zakat maal adalah sebagai berikut:

1. Harta berupa Kepemilikan Penuh (Almilkuttam)

Harta tersebut berada dalam pengawasan dan kekuasaan secara penuh, serta dapat diambil manfaatnya secara penuh pula. Harta tersebut didapatkan melalui proses kepemilikan yang sesuai dengan syariat islam, seperti hasil usaha, warisan, pemberian negara atau orang lain dan dengan cara-cara yang sah. Sedangkan apabila harta tersebut diperoleh dengan cara yang haram, maka zakat harta tersebut tidaklah wajib, sebab harta tersebut harus dibebaskan dengan cara dikembalikan kepada yang berhak atau kepada ahli warisnya.

2. Harta yang Berkembang

Harta tersebut dapat bertambah atau berkembang bila diusahakan atau mempunyai potensi untuk berkembang. Contohnya ketika kita memiliki usaha di suatu bidang, usaha yang kita jalani tersebut mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

3. Harta yang Cukup Nishab

Harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan syara'. Jika harta tersebut tidak mencapai jumlah tertentu atau belum cukup nishabnya, maka harta tersebut terbebas dari zakat.

4. Harta yang Melebihi Kebutuhan Pokok (Alhajatul Ashliyah)

Kebutuhan pokok adalah kebutuhan minimal yang diperlukan oleh seseorang dan keluarganya yang menjadi tanggungannya untuk menjalani kelangsungan hidup. Kebutuhan yang dimaksud berupa kebutuhan primer atau kebutuhan hidup minimum (KHM) semisal belanja keperluan sehari-hari, pakaian, rumah, kesehatan, pendidikan, dsb. Jika kebutuhan hidup minimumnya terpenuhi dan terdapat harta lebih, maka harus dikeluarkan zakatnya. Namun jika kebutuhannya pas-pasan atau bahkan kurang, maka harta tersebut terbebas dari zakat.

5. Harta yang Bebas dari Hutang

Orang yang memiliki harta dan bebas dari hutang, serta hartanya telah mencapai nishab, maka wajib baginya mengeluarkan zakat. Sedangkan orang yang mempunyai hutang, maka harta yang dimiliki orang tersebut terbebas dari zakat.

6. Harta yang Berlalu 1 Tahun (Al-Haul)

Kepemilikan harta yang sudah berlalu selama 1 tahun, wajib dikeluarkan zakatnya. Persyaratan ini hanya berlaku bagi ternak, harta simpanan dan perniagaan. Sedangkan hasil pertanian, buah-buahan dan rikaz (barang temuan) tidak ada syarat haul. Hal ini dikarenakan hasil pertanian dan buah-buahan zakatnya dikeluarkan ketika panen. Sedangkan zakat rikaz dikeluarkan ketika menemukan barang temuannya.

Itulah sekilas tentang pengertian, alasan serta syarat-syarat untuk mengeluarkan zakat maal. Next kita bahas tentang jenis-jenis harta yang dikeluarkan untuk zakat maal serta cara perhitungannya yaa Sahabat Dermawan

Mari berbagi informasi yang insha Allah bermanfaat kepada rekan dan saudara kita. Semoga menjadi amal soleh yang membawa keberkahan untuk anda. klik tombol share di bawah ini.


Copyrights © 2019 All Rights Reserved by Mizan Amanah.